Skip to main content

Pentingkah Memiliki Asuransi?

sunset di Kuta Bali
Dulu tiap kali denger kata asuransi, gw selalu antipati. Rasanya seperti, "Apaan sih asuransi-asuransi? Udah duit ilang, nggak dapet apa-apa, mending diinvestasikan aja lah" Asuransi yang gw punya cuma asuransi kesehatan aja karena otomatis terdaftar di Askes sebagai anak dari PNS.

Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, di mana pihak satu berkewajiban membayar iuran atau kontribusi atau premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat) -  Wikipedia
Tentu saja akhir-akhir ini sudah berubah dong opini gw terhadap asuransi. Tak kenal maka tak sayang. Gw pelajari tentang asuransi lebih jauh beserta manfaatnya. Tapi, benahi dulu definisi awal asuransi. Banyak orang yang salah kira kalau asuransi adalah soal "investasi." Asuransi bukan investasi.

Oplas di Korea tak ubahnya seperti Whitening di Indonesia

Fenomena operasi plastik di negara tetangga semakin beken *negara tetangga?? Jauh kali kalau ini merefer ke Korea Selatan*. Sebagian besar warga yang memiliki bentuk fisik yang mungkin menurut mereka tidak seindah fisik orang diluar Korea sangat menginginkan memiliki bentuk tubuh yg ideal dan sempurna *at least menurut mereka*. Tidak hanya wanita, namun banyak pula kaum adam yg melakukannya.

Terlahir dengan nasib memiliki mata sipit membuat mereka ingin melebarkan matanya agar terlihat lebih indah. Jujur, kedua guru Bahasa Korea saya pun iri dengan mata saya yang terbilang lebih lebar daripada mereka *nggak belok juga sih, cuman sedikit lebih lebar dan tajam aja*. Mereka selalu berkata bahwa mata orang Indonesia itu besar2 dan cantik2. Jadi sudah bukan rahasia lagi bagi mereka yang ingin melakukan perbaikan pada mata mereka dengan cara ‘menyobek’ eyelid mereka untuk melebarkan mata.
Bagian tubuh lain yang biasanya dirombak adalah rahang. Bentuk wajah mereka yang kebanyakan berbentuk agak kotak, membuat mereka memutuskan untuk membuatnya lebih tirus. Capek kali ya kalau harus berbekal tipuan make up setiap saat, jadilah mereka memutuskan untuk ‘memotong’ sedikit bagian rahangnya. FYI, ada rumah sakit yg bahkan mengoleksi rahang pasien yang sudah dipotong dan dipajang di etalase kaca dipadupadankan dengan desain interior.

Menurut saya, kedua bagian tubuh itu yang selalu laris dijadikan target operasi.

Karena banyaknya dokter bedah plastik di Korea, membuat Korea menjadi destinasi operasi plastik yang banyak dikunjungi. Nah biasanya setiap dokter memiliki karakter dalam menghasilkan satu “karya” baru. Karena banyak orang yang pada akhirnya terlihat kembar karena ‘bapaknya’ sama. Bapak di Korea merefer pada dokter bedah plastik.

Tadinya cuman bercanda aja sama temen dan bilang “Ah mungkin artis-artis itu bapaknya sama, makanya keliatan kembar”. Eh ternyata ada salah satu drama yg menyebut dokter bedah plastik dengan sebutan ‘ayah’. Sempet syok sih, tapi karena disana sudah biasa jadi ya sudah tidak aneh lagi.

Nah… kalau di Indonesia, karena kebanyakan orang Indonesia memiliki mata yg lebar dan rahang yg cenderung tirus *minimal berbentuk cantik lah ya*. Tapi kalau soal fisik, jangan salah, Indonesia juga masih menjadi hot issue yg masih bertahan hingga saat ini yaitu memutihkan kulit. Sebagian besar orang Indonesia sangat terobsesi memiliki kulit putih. Berbagai macam merk dicoba, mulai dari yang memutihkan bertahap ataupun yg singkat dalam jangka waktu semalam. Nahh bayangkan putih seperti apa itu. Ada yg putih seperti mayat, ada juga yg jikalau sabar akan menjadi putih merata dan okelah bisa disebut cantik beneran *karena putihnya rata nggak di muka doang kayak cabe2an*. Bisa juga sih kenapa di Indonesia nggak ada yg operasi plastic? Karena buat makan besok aja masih mikir, apalagi operasi plastik. Cuman orang kaya aja sih yg bisa oplas kapan aja.

Nah kenapa banyak orang Indonesia ingin memutihkan kulit? Terutama cewek? Karena masih banyak cowo yang menganggap cewek cantik itu jika kulitnya putih. Nah lhoo? Bule aja suka yg sawo mateng gini. Karena standar kecantikan berbeda masing2 orang, jadi wajar lah ya jika beropini dan berusaha. Dulu waktu saya masih SD, jujur aja warna kulit saya cokelaaaaaattttttt banget. Sampe menghindari baju warna putih. Dan karena termakan omongan, akhirnya nyobain whitening ala-ala *ala emak yg maksain gegara anaknya kumus-kumus banget*. Dulunya mengira hal itu akan berhasil, tapi nyatanya tidak saudara2. Karena mungkin kulit saya memang terlalu hina untuk diputihkan *membela diri*.

Mungkin melihat saya bermuka agak sedih, seorang teman mengatakan “Ah… nggak usah diputihkan. Kulit kamu itu eksotis, bagus, banyak bule yg suka sama kulit eksotis lho”. Berbinar langsung nih mata saya.

Lama kelamaan memang saya merasakan aman dan nyaman dengan warna kulit yg coklat eksotis *cuman kalo terpapar matahari berlebihan yaaa 5 menit aja gosong*. Karena berdamai dengan kenyataan, akhirnya nggak ribet nyari whitening yg ampuh. Salah satu teman yg obsesi kulit putih akhirnya berhasil memutihkan kulit yg ntah dg berapa macam krim yg menempel ditubuhnya. Saya yang sudah berdamai dg warna kulit eksotis ini pun juga akhirnya mencintai kulit berwarna unik ini. Didukung dengan kekasih yang lebih suka dengan warna eksotis ini *haha makasih ya sayangku, pengertian banget haha*.

Jadi intinya, setiap daerah memiliki keunikan dan obsesi sendiri dalam membentuk tubuh idaman. Yang paling penting sih bersyukur saja dengan apa yg sudah kita miliki dan merawatnya dg baik. Nggak perlu lah muluk2 demi dilirik lelaki, karena jika lelaki itu mencintai apa adanya, maka ia tidak akan menuntut hal yg bersifat fisik.

disclaimer : bukan karena si dia yg bule jadinya saya nyerah memutihkan kulit. Noooo... karena memang saya suka dg kulit coklat saya ini *disclaimer ga penting*

Have a nice day :)

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…

Punya Rekening Lagi : CIMB on Account

Saya cenderung males bawa uang cash. Kenapa? Ribet, nominal rupiah yang gede banget kebanyakan nol, dan seringnya di dompet isinya duaribuan. Pernah lho duaribuan itu ada kali 30lembar. Serasa kaya, kalo duitnya merah haha

Saya lebih suka debet. Lebih praktis kan, tapi nggak bisa dipake beli di toko kelontong. Jatohnya malah lebih mahal sih emang, dipakenya juga kalo nggak ke toko kelontong kan. Tapi... Saya juga sebenernya rada takut akhir-akhir ini. Karena uang di rekening bisa aja tiba-tiba ilang. Ada temen, satu kali gaji ilang. Untung aja dia urusin bener-bener dan bisa balik duitnya. Ada lagi OB juga gitu, duitnya juga ilang mendadak. Takutnya itu kan di hack atau diduplikat kartu ATM nya. Semakin canggih lah pokoknya.

Nah karena banyak kejadian kayak gitu, saya jadi lebih protektif ke kartu mana yang bisa dipake sembarangan dan mana yang nggak boleh. For sure, ini berhubungan dengan berapa banyak jumlah rekening yang dimiliki. Menurut saya sih minimal harus punya 2. Satu buat …