Bule juga manusia

7:25 AM

Memiliki pasangan bule banyak menimbulkan banyak pertanyaan. Reaksi positif bahkan merendahkan / negatif pun sudah sering saya dapatkan. Bagi sebagian orang, memiliki pasangan bule bisa jadi kita para wanitanya dianggap 'nakal'. Atau bahkan pertanyaan dan pernyataan yang merendahkan seperti 'dibayar berapa sama bulenya?', 'dibeli berapa ratus juta semalem', dan masih banyak yang lainnya. Mas pacar sempet marah waktu ada yang iseng bilang begitu.

Ketika menjemput dia di bandara dan naik taksi, bapak supir taksi bertanya jika dia adalah pacar saya, daripada lama ya saya bilang iya. Kemudian bapaknya melanjutkan bilang 'wahh enak ya mbak, memperbaiki keturunan'. pernyataan seperti itu jujur sangat merendahkan. Seolah-olah kita sangat jelek sekali dan tujuan kita menikah hanya untuk mendapatkan keturunan dengan ras yang sama seperti pasangan saya.

Ada lagi pertanyaan yang selalu muncul ketika mengetahui pasangan saya bule. 'Wah Adit sukanya yang gede ya, udah nggak mau yang lokal'. Nah itu apa coba ya. Gede apanya sih. Kalau kata temen, nggak penting ukurannya yang penting gojekannya hahaha.. Tapi pertanyaan dan pernyataan seperti itu tidak akan bisa dihindari.

Saya sering heran, kenapa mereka suka sekali mempertanyakan hal yang aneh-aneh bahkan ngayal seolah bule adalah orang yang memiliki ras super. Bule pun juga manusia sama seperti kita. Pasangan saya juga doyan nasi bahkan pecel di warung pinggir jalan kok. Jadi kenapa harus menganggap mereka itu makhluk superior dan spesial? Spesial sih karena dia adalah orang yang saya cintai 😙

Tapi menghilangkan anggapan bahwa bule itu makhluk dengan ras paling super memang tidak mudah. Saya jujur, agak ogah pakai sebutan bule. Saya lebih nyaman menggunakan sebutan orang asing.

Ada juga yang menanyakan gimana rasanya pacaran sama bule. Pertanyaan yang aneh kan? Ya jelas saja saya bilang enak, wong pacarannya sama orang yang dicintai disayangi kok, ya jelas nyaman lah.

Sejauh ini saya nyaman sekali dengan pasangan saya, meskipun hati dia sangat sensitif sedangkan saya sangat tidak sensitif hehehe.. Tapi saya sangat nyaman dan menikmati step demi step hubungan ini yang makin lama makin mendekatkan dan menguatkan hubungan kita berdua.

Dan sekali lagi, bule juga manusia sama seperti kita.

*Agak khawatir ngebiarin si mas jalan sendirian disini gegara pernah digodain bule hunters*

You Might Also Like

4 komentar

  1. Jangankan mbak yang cewek, saya lo jalan sama temen kantor saya yang bule dikira pasangan homonya-___-'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahahahaha daripada dibilang bodyguard nya hayooo
      Rada susah jalan smaa yg beda ras begini. Gini salah gitu salah.

      Hapus
    2. Iya, dengan muka tembok bisa-bisanya temen saya nanya:


      'Wah, udah jalan berapa lama lo sama dia?'


      NGOK...

      Hapus
    3. Huwakkkkk hahahahaha
      Spesial banget pertanyaannya hahaha

      Hapus

Let me know what you think about mine ~ Share it here