Skip to main content

Dari seorang kakak untuk adiknya

Terlahir menjadi anak pertama adalah salah satu kebanggaanku. Menjadi anak pertama tentu memiliki tanggung jawab yang besar terhadap orangtua dan adik2nya. Menjadi anak pertama harus rela menjadi “kelinci percobaan” untuk orangtua. Menjadi pribadi yang kuat adalah suatu keharusan. Menjadi seorang yang tegas dan bisa memimpin adalah kewajiban. Menjadi seseorang yang bisa dijadikan role model adalah satu hal yang harus dilakukan.

Awalnya kurasakan ini semua tidak adil jika semua ‘kegagalan’ harus kualami sendirian karena efek dari ‘percobaan’ orangtua. Aku yang harus merasakan sekolah jauh dari rumah, sedangkan adikku bersekolah dekat dari rumah, awalnya kurasakan sangat tidak adil. Namun seiring waktu aku mendapatkan pengalaman lain yang tidak didapatkan adikku. Dan dari semua pengalamanku yang tidak didapatkan oleh adikku, aku merasa bahwa itu sudah cukup. Denganku yang mempunyai beberapa pengalaman itu sudah cukup untuk menasehati adik-adikku dan memberikan gambaran atas hal tersebut.

Aku yang merasa “salah jurusan” ketika kuliah, tapi ternyata jurusan itu tidak salah malah menjadikanku istimewa dan bisa memberikan saran-saran untuk adikku agar dia tidak “salah jurusan” sepertiku.
Menjadi seorang kakak dengan beban tanggung jawab moral kepada adik-adiknya dan orangtua tidaklah mudah. Hal itu sedikit “menuntutku” untuk belajar lebih dan terus belajar untuk memberi contoh baik kepada adik-adikku.

Aku sudah pernah merasakan beratnya kuliah dan terbesit keinginan untuk berhenti kuliah. But special thanks for my sweetest angel, mom, who always encourage and support me in every single step of my life. Aku sudah bisa menunjukkan bahwa aku tidak menjadi beban orangtua dengan menjadi pengangguran. Alhamdulillah mendapatkan pekerjaan karena doa mama yang terus-menerus dan juga karena “skill dadakan karena beban menjadi anak pertama” yang membuatku bertahan dan mendapatkan ini semua. Restu mama adalah restu Allah. Mungkin itu yang membuat jalanku sejauh ini lancar. Setiap kali mencium tangan mama, kata yang tidak pernah mama lewatkan setelah mencium keningku adalah “Sukses yo nduk”. Itu ampuh dan mujarab.

Ada kalanya sang kakak menjadi rapuh dan lelah akan semua beban dan kewajiban yang diembannya. Tapi saat lelah itu, selalu ada mama yang menguatkan. Karena mama adalah sosok yang tak akan pernah terlihat lemah dimata anak-anaknya. Iya, mama selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya. Terlebih menitipkan doa lebih untuk anak pertamanya dengan harapan anak pertamanya bisa membimbing adik-adiknya.

Ku akui, adikku jauh lebih pintar dariku. Dia pintar karena sangat rajin belajar. Sangat berbeda denganku yang lebih “pintar karena beruntung”. Oleh karena itu, kepintarannya harus benar-benar dikelola agar tidak percuma. Sudah saatnya memberikan saran terbaik untuknya yang akan melangkah ke gerbang “real life”. Tahun terakhirnya sekolah SMA, mulai dihabiskan dengan mencari sekolah dan jurusan yang “tepat” dan sesuai dengan pekerjaan yang diimpikannya. What can I do for her? Giving her advices. Dan menunjukkan beberapa prospek dari jurusan yang dipilihnya. Sudah saatnya bagiku mengarahkan impiannya. Bukan mengatur, tapi memberikan pandangan positif negatif dari satu hal.

Hei adikku Dhea, yg sering dibilang kembaranku, ada saatnya nanti aku akan mengajarimu bagaimana caranya menjadi seorang seseorang yang disegani orang lain, menjadi seseorang yang tidak mudah diremehkan orang lain, menjadi seseorang yang bisa memikat lelaki dengan otaknya, tentu kau ingin memiliki lelaki yang pintar kan ? Tenang saja, aku akan mengajarimu memikat hati lelaki pintar itu. Aku juga akan mengajarimu menjadi seseorang yang bisa membanggakan keluarganya, menjadi seseorang yang manfaat untuk sekitarnya, ada saatnya akan kuajarkan sedikit ilmuku tentang hal-hal tersebut. Karena kamu juga perlu belajar menjadi “pintar” dikehidupan yang sesungguhnya.

Belajarlah dengan giat dan rajin, raih semua impianmu yang kau gantungkan tinggi diatas sana, tapi jangan lupa untuk berbagi dan menjadi manfaat bagi sekitarmu terlebih jangan lupa untuk berbahagia :)

Comments

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat.

Why?
Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍

gambarnya lucu 😁  taken from internet

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah.

Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas.

Pic source is here
Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini bukan ak…

Soal ujian TOPIK vs EPS TOPIK

Setelah membahas perbedaan TOPIK dan EPS TOPIK , kali ini saya akan menulis materi tentang apa saja yg diujikan *agak sedikit detail ya*. Pengalaman mengikuti dan 'membimbing' untuk kedua ujian tersebut, jadi sedikit banyak mengetahui detail soal2 yg diujikan.Dimulai dari EPS TOPIK. jika anda adalah warga yg ingin menjadi TKI/TKW di Korea, lulus ujian ini adalah wajib hukumnya. Kebanyakan dari mereka ingin yg singkat karena ingin segera berangkat. Akhirnya banyak cara haram yg mereka lakukan. Kebanyakan juga berangkat dari agen2. Malah ada yg lulus tanpa ujian. Keren kan!!??!! Tapi di Korea dia mlongo.Nah karena persiapan singkat, kebanyakan juga memprediksi soal yg keluar adalah soal yg dasar untuk kehidupan sehari2. No no no. Justru yg keluar adalah materi tentang perpabrikan dan perusahaan semacem palu, obeng, cangkul, cara memupuk, cara memerah susu sapi, cara mengurus asuransi, cara melaporkan majikan yg nggak bener, cara membaca slip gaji, sampai soal kecelakaan kerja. B…