Dari seorang kakak untuk adiknya

7:29 PM

Terlahir menjadi anak pertama adalah salah satu kebanggaanku. Menjadi anak pertama tentu memiliki tanggung jawab yang besar terhadap orangtua dan adik2nya. Menjadi anak pertama harus rela menjadi “kelinci percobaan” untuk orangtua. Menjadi pribadi yang kuat adalah suatu keharusan. Menjadi seorang yang tegas dan bisa memimpin adalah kewajiban. Menjadi seseorang yang bisa dijadikan role model adalah satu hal yang harus dilakukan.

Awalnya kurasakan ini semua tidak adil jika semua ‘kegagalan’ harus kualami sendirian karena efek dari ‘percobaan’ orangtua. Aku yang harus merasakan sekolah jauh dari rumah, sedangkan adikku bersekolah dekat dari rumah, awalnya kurasakan sangat tidak adil. Namun seiring waktu aku mendapatkan pengalaman lain yang tidak didapatkan adikku. Dan dari semua pengalamanku yang tidak didapatkan oleh adikku, aku merasa bahwa itu sudah cukup. Denganku yang mempunyai beberapa pengalaman itu sudah cukup untuk menasehati adik-adikku dan memberikan gambaran atas hal tersebut.

Aku yang merasa “salah jurusan” ketika kuliah, tapi ternyata jurusan itu tidak salah malah menjadikanku istimewa dan bisa memberikan saran-saran untuk adikku agar dia tidak “salah jurusan” sepertiku.
Menjadi seorang kakak dengan beban tanggung jawab moral kepada adik-adiknya dan orangtua tidaklah mudah. Hal itu sedikit “menuntutku” untuk belajar lebih dan terus belajar untuk memberi contoh baik kepada adik-adikku.

Aku sudah pernah merasakan beratnya kuliah dan terbesit keinginan untuk berhenti kuliah. But special thanks for my sweetest angel, mom, who always encourage and support me in every single step of my life. Aku sudah bisa menunjukkan bahwa aku tidak menjadi beban orangtua dengan menjadi pengangguran. Alhamdulillah mendapatkan pekerjaan karena doa mama yang terus-menerus dan juga karena “skill dadakan karena beban menjadi anak pertama” yang membuatku bertahan dan mendapatkan ini semua. Restu mama adalah restu Allah. Mungkin itu yang membuat jalanku sejauh ini lancar. Setiap kali mencium tangan mama, kata yang tidak pernah mama lewatkan setelah mencium keningku adalah “Sukses yo nduk”. Itu ampuh dan mujarab.

Ada kalanya sang kakak menjadi rapuh dan lelah akan semua beban dan kewajiban yang diembannya. Tapi saat lelah itu, selalu ada mama yang menguatkan. Karena mama adalah sosok yang tak akan pernah terlihat lemah dimata anak-anaknya. Iya, mama selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya. Terlebih menitipkan doa lebih untuk anak pertamanya dengan harapan anak pertamanya bisa membimbing adik-adiknya.

Ku akui, adikku jauh lebih pintar dariku. Dia pintar karena sangat rajin belajar. Sangat berbeda denganku yang lebih “pintar karena beruntung”. Oleh karena itu, kepintarannya harus benar-benar dikelola agar tidak percuma. Sudah saatnya memberikan saran terbaik untuknya yang akan melangkah ke gerbang “real life”. Tahun terakhirnya sekolah SMA, mulai dihabiskan dengan mencari sekolah dan jurusan yang “tepat” dan sesuai dengan pekerjaan yang diimpikannya. What can I do for her? Giving her advices. Dan menunjukkan beberapa prospek dari jurusan yang dipilihnya. Sudah saatnya bagiku mengarahkan impiannya. Bukan mengatur, tapi memberikan pandangan positif negatif dari satu hal.

Hei adikku Dhea, yg sering dibilang kembaranku, ada saatnya nanti aku akan mengajarimu bagaimana caranya menjadi seorang seseorang yang disegani orang lain, menjadi seseorang yang tidak mudah diremehkan orang lain, menjadi seseorang yang bisa memikat lelaki dengan otaknya, tentu kau ingin memiliki lelaki yang pintar kan ? Tenang saja, aku akan mengajarimu memikat hati lelaki pintar itu. Aku juga akan mengajarimu menjadi seseorang yang bisa membanggakan keluarganya, menjadi seseorang yang manfaat untuk sekitarnya, ada saatnya akan kuajarkan sedikit ilmuku tentang hal-hal tersebut. Karena kamu juga perlu belajar menjadi “pintar” dikehidupan yang sesungguhnya.

Belajarlah dengan giat dan rajin, raih semua impianmu yang kau gantungkan tinggi diatas sana, tapi jangan lupa untuk berbagi dan menjadi manfaat bagi sekitarmu terlebih jangan lupa untuk berbahagia :)

You Might Also Like

0 komentar

Let me know what you think about mine ~ Share it here