Skip to main content

Merah Putih

Gw sama Indonesia itu ibarat dua sejoli dalam love and hate relationship. Gw terlahir di tanah yang diperjuangkan orang-orang terdahulu. Nggak keitung berapa juta nyawa hilang untuk itu. Gw bersyukur gw nggak perlu lagi bawa bambu runcing untuk merebut negeri ini dari tangan penjajah. Sejak sebelum nikah gw mulai "berteman" dengan birokrasi dua negara. Birokrasi dari Belanda, tentu saja tidak seribet birokrasi di negeri ini. Segala macam email akan segera dibalas dan dibantu untuk dihubungkan ke pihak terkait atau yang menangani itu. Bahkan untuk permintaan Schengen visa tipe kunjungan keluarga di masa pandemik ini diberikan high priority dan email dibalas dalam sekejap. Sedangkan di Indonesia, aaahhh yaaa gitu dehh.

Tapi, nggak akan pernah gw pungkiri tiap kali gw denger lagu Indonesia Raya gw selalu mewek. Tiap kali liat bendera Indonesia, gw diam sebentar  berterima kasih atas nikmat bisa tinggal di negeri ini tanpa perlu memegang senjata. Gw bener-bener marah saat suami g…

Mahasiswa Masa Kini

Mahasiswa demo? Sudah sering sekali. Bahkan mahasiswa bisa menjatuhkan rezim tahun 98 karena demo besar-besaran mereka. Mahasiswa terkenal dengan sebutan kaum Agent of Change. Agen perubahan. Kaum yang memiliki idelisme tinggi terhadap sesuatu yang mereka 'yakini benar'.

Tahun 1998, mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan, mereka berhasil 'menduduki' Senayan. Menduduki dalam artian yang sebenarnya karena memang duduk diatap gedung DPR/MPR, dan menguasai DPR/MPR. Apa yang mereka tuntut? Turunnya rezim 32 tahun yang semakin menyengsarakan rakyat. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan kerusuhan Mei 1998. Saya yakin, tanpa bercerita pun banyak dari orang Indonesia mengingat peristiwa ini. Peristiwa sangat mengerikan yang pernah terjadi. Beberapa mahasiswa terbunuh saat itu.

Intisarinya apa? Iya, demo mereka memang untuk menyelamatkan rakyat. Memang perlu melakukan demo. Permasalahan yang mereka demokan adalah persoalan krusial.

Nah kalo sekarang gimana?? Sekarang mahasiswa demo hal-hal yang kurang penting *menurutku*
bahkan ada mbak kos yang dulu waktu kuliah S1 hobi demo, ketika ditanya alasannya kenapa, jawabannya cuma "seru lho demo itu. jadi pengen demo lagi". hello hello anyonghaseyo yoo mbak

Boleh di cek dehh. Banyak dari mereka yang demo menuntut presiden turun dari jabatannya. Presiden siapa yang dituntut?? Presiden SBY sering disuruh turun jabatan, Presiden Joko Widodo yang bahkan baru menjabat pun udah disuruh turun jabatan. Elu kira nurunin presiden segampang elu beli gorengan limaratusan?? Masalahnya apa?? Kalau dilihat-lihat sih, hal yang mereka demokan adalah hal yang bersifat menguntungkan kepentingan kelompok. Aku juga pernah jadi mahasiswa, aku juga bisa mikir terbuka dan logis. Tapi melihat tuntutan mereka, jujur aku ngakak dan mikir, "Ini mahasiswa apa bukan sih? kok gak punya malu nuntut kayak gitu. Otaknya dimana?"

Kenaikan BBM kemarin, ada demo di salah satu SPBU Malang. Mereka , seperti biasa, mengecam kenaikan harga BBM. Sampai hampir membakar SPBU. Mereka membakar ban di SPBU. Tuh kan, otaknya dimana?? Bakar ban di SPBU?! trus kalo tiba-tiba meledak, kan mereka juga hangus tho??! Akhirnya kegiatan mereka dibubarkan warga yg merasa terganggu dengan demo tak logis tersebut.  harusnya sebagai mahasiswa mereka bisa memikirkan efek positif negatif BBM naik. Bukan saya membela presiden atau bagaimana, tapi dari dulu aku slalu berpikir bahwa kenaikan BBM itu memang perlu. Percuma BBM disubsidi, toh yang menggunakan BBM kebanyakan orang kaya. Kalo subsidi BBM dihilangkan, dana subsidi bisa dialihkan ke pendidikan atau kebutuhan yang lainnya misal. lebih manfaat kan?? Di negara maju harga BBM sangat tinggi. Harga BBM tinggi, dampaknya apa? Dampaknya ya mereka beralih menggunakan kendaraan umum, bersepeda, bahkan jalan. Hemat dan sehat.

"Tapi kan semua mahasiswa rame demo tuntut harga BBM tuh, dimana-mana gitu kok",
"ahhh itu sih bukan semua, tapi kebanyakan. Wong ada juga kok mahasiswa yang mendukung kenaikan harga BBM. Itu juga karena mereka tau dampak positif naiknya BBM"
Kalaupun kurang setuju dengan kenaikan BBM, yaudah kamu kerja keras sana. Wong ya biaya bulanan, bensin, sampai biaya pacaran juga masih dari orangtua aja bisa-bisanya demo kayak gitu. Kerja keras dong! cari kerjaan sampingan, kuliah yang bener. Jangan cuma abisin duit orangtua aja.
Satu lagi, banyak dari elu yang hobi merokok kan? BBM cuma 8500/liter. Rokok sebungkus aja 15 ribu elu pada sanggup beli kok. Jangan protes dong!

Mental miskin. Papaku sering bilang seperti itu. Jadi orang itu tidak boleh bermental miskin.Mental miskin, ujung-ujungnya males! Jika ingin berubah menjadi lebih baik, mulai dari diri sendiri dong.

Jadi tolong buat mahasiswa masa kini, cerdaslah dalam bertindak. Jangan turunkan derajat kemahasiswaan kalian dengan bertindak bodoh. Cerdaslah dalam bertindak!

Comments

Popular posts from this blog

[Piknik] Prambanan lagi

Salah satu pesona Jawa Tengah adalah Candi Prambanan. Saya sudah 3 kali berkunjung ke situs warisan dunia ini. Candi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan jogja ini selalu menimbulkan kesan mistis bagi saya. Terletak tak jauh dari jalan raya, sehingga mengunjunginya pun sangat mudah. Berbeda dengan Candi Borobudur yang letaknya sangat jauh dari jalan raya besar. 
Ok, menurut saya ada 3 cara menuju candi ini. Menggunakan bus transjogja, taksi, dan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan transjogja, saya pernah menggunakannya berangkat dari daerah kampus UNY, daerah Depok Sleman. 1 kali transit, 2 kali berganti bus. Dengan harga transjogja yang kala itu, 2014, seharga 3500 rupiah. Tapi sampai saat ini masih sama harganya, menurut info dari teman. Lokasi shelter bis berada agak jauh dari pintu masuk lokasi candi, mungkin kira-kira 500meter sampai 1kilometer. Kalau jalan, menghabiskan waktu sekitar 15-20menit. Bisa juga naik becak untuk opsi yang lain. Lagi-lagi, jangan lupa menaw…

[Book] Dunia Cecilia

'apakah kalian membicarakan hal semacam itu di surga?' 'tapi kami berusaha tidak membicarakannya dekat-dekat Tuhan. ia sangat sensitif terhadap kritik'
Yap, sepenggal dialog antara Cecilia dan malaikat Ariel. Saya mengenal Jostein Gaarder sejak kuliah. Ehhhh 'mengenal' dalam artian kenal bukunya ya, kalo bisa kenal pribadi mah bisa seneng jingkrak-jingkrak hehehe. Jadi karena teman saya mendapat tugas kuliah membaca satu novel filsafat berjudul Dunia Sophie, saya jadi sedikit mengetahui si bapak Gaarder ini. Enak ya tugasnya anak sastra baca novel, tugas anak matematika ya baca sih, tapi pembuktian kalkulus -_-



Dunia Cecilia ini buku pertama Jostein Gaarder yang saya baca, karena buku Dunia Shopie sangatlah berat berdasar review teman saya. Saya sih nggak perlu baca buku itu karena teman saya sudah benar-benar mahir bercerita. Jadilah saya sudah paham bener cerita Dunia Sophie tanpa membacanya.

Novel ini atas rekomendasi teman saya, dia bilang kalau novel ini ri…

Pake Jenius

Beberapa waktu lalu sering liat counter Jenius di Matos, yang lalu kutemui pula di MOG. Anak Malang tau lah dua mall ini. Nah udah cari info sana sini ya, kok kayaknya asik gitu. Jadi memberanikan diri untuk sign up. Apakah perlu kujelaskan fitur dan fungsinya secara mendetail? Karena sudah banyak tercecer informasinya di internet. Nggak ah, gw mau bahas pengalaman gw pake kartu ini selama sebulan ini.

Sign up lah aku di counter MOG (ya gusti kejebak lagi gw pake nambah kartu-kartuan begini). Kemudian, berkatalah mbaknya "Transfer aja mbak satu juta kesini, kita lagi ada promo kalau transaksi pertama kali satu juta akan ada free kartu member starbucks dengan saldo 50ribu. Lumayan lho mbak Starbucks". Gw nggak fanatik Sbucks (cuma kalo harus beli Chai tea selalu kesini). Dan tanpa sadar pun gw transfer sejuta ke akun jenius gw. Because, why not? Lagian juga mindah duit gw sendiri ke rekening yang lain kan? Nggak ilang duit juga.

Jadilah kudapat kartu Jenius beserta k…