Skip to main content

BUKU

Ganesha - Ubud. Toko buku favorit, sering jual buku antik. Benda yang gw sayang banget yaa buku-buku gw. Gw mau minjemin buku gw, tapi kalau buku gw diminta orang... hmmm... nggak dulu deh ya. Kalau minjemin pun pasti mikir-mikir dulu, orangnya bertanggungjawab apa nggak hehehee. Dari kecil, orangtua gw selalu minta untuk berhemat ya karena kita memang dari keluarga yang biasa saja. Uang jajan gw biasanya setengah dari uang jajan temen-temen gw. Bukannya mereka pelit, ya emang dibiasain hidup gak foya-foya aja. Lagian juga gw nggak punya alasan kan, karena belum punya duit sendiri haha!  Tapi kalau soal buku, nggak usah ditanya. Semahal apapun pasti dibeliin kalo emang perlu. Royal banget kalo soalan buku. Karena prinsip mereka, "Orangtua kamu ini nggak kaya, nggak mampu ngasih kamu duit banyak. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberi kamu pendidikan terbaik yang kamu bisa dapatkan. Buku salah satunya. Jadi nggak boleh pelit." Betul, nilai kehidupan tersebut

Mahasiswa Masa Kini

Mahasiswa demo? Sudah sering sekali. Bahkan mahasiswa bisa menjatuhkan rezim tahun 98 karena demo besar-besaran mereka. Mahasiswa terkenal dengan sebutan kaum Agent of Change. Agen perubahan. Kaum yang memiliki idelisme tinggi terhadap sesuatu yang mereka 'yakini benar'.

Tahun 1998, mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan, mereka berhasil 'menduduki' Senayan. Menduduki dalam artian yang sebenarnya karena memang duduk diatap gedung DPR/MPR, dan menguasai DPR/MPR. Apa yang mereka tuntut? Turunnya rezim 32 tahun yang semakin menyengsarakan rakyat. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan kerusuhan Mei 1998. Saya yakin, tanpa bercerita pun banyak dari orang Indonesia mengingat peristiwa ini. Peristiwa sangat mengerikan yang pernah terjadi. Beberapa mahasiswa terbunuh saat itu.

Intisarinya apa? Iya, demo mereka memang untuk menyelamatkan rakyat. Memang perlu melakukan demo. Permasalahan yang mereka demokan adalah persoalan krusial.

Nah kalo sekarang gimana?? Sekarang mahasiswa demo hal-hal yang kurang penting *menurutku*
bahkan ada mbak kos yang dulu waktu kuliah S1 hobi demo, ketika ditanya alasannya kenapa, jawabannya cuma "seru lho demo itu. jadi pengen demo lagi". hello hello anyonghaseyo yoo mbak

Boleh di cek dehh. Banyak dari mereka yang demo menuntut presiden turun dari jabatannya. Presiden siapa yang dituntut?? Presiden SBY sering disuruh turun jabatan, Presiden Joko Widodo yang bahkan baru menjabat pun udah disuruh turun jabatan. Elu kira nurunin presiden segampang elu beli gorengan limaratusan?? Masalahnya apa?? Kalau dilihat-lihat sih, hal yang mereka demokan adalah hal yang bersifat menguntungkan kepentingan kelompok. Aku juga pernah jadi mahasiswa, aku juga bisa mikir terbuka dan logis. Tapi melihat tuntutan mereka, jujur aku ngakak dan mikir, "Ini mahasiswa apa bukan sih? kok gak punya malu nuntut kayak gitu. Otaknya dimana?"

Kenaikan BBM kemarin, ada demo di salah satu SPBU Malang. Mereka , seperti biasa, mengecam kenaikan harga BBM. Sampai hampir membakar SPBU. Mereka membakar ban di SPBU. Tuh kan, otaknya dimana?? Bakar ban di SPBU?! trus kalo tiba-tiba meledak, kan mereka juga hangus tho??! Akhirnya kegiatan mereka dibubarkan warga yg merasa terganggu dengan demo tak logis tersebut.  harusnya sebagai mahasiswa mereka bisa memikirkan efek positif negatif BBM naik. Bukan saya membela presiden atau bagaimana, tapi dari dulu aku slalu berpikir bahwa kenaikan BBM itu memang perlu. Percuma BBM disubsidi, toh yang menggunakan BBM kebanyakan orang kaya. Kalo subsidi BBM dihilangkan, dana subsidi bisa dialihkan ke pendidikan atau kebutuhan yang lainnya misal. lebih manfaat kan?? Di negara maju harga BBM sangat tinggi. Harga BBM tinggi, dampaknya apa? Dampaknya ya mereka beralih menggunakan kendaraan umum, bersepeda, bahkan jalan. Hemat dan sehat.

"Tapi kan semua mahasiswa rame demo tuntut harga BBM tuh, dimana-mana gitu kok",
"ahhh itu sih bukan semua, tapi kebanyakan. Wong ada juga kok mahasiswa yang mendukung kenaikan harga BBM. Itu juga karena mereka tau dampak positif naiknya BBM"
Kalaupun kurang setuju dengan kenaikan BBM, yaudah kamu kerja keras sana. Wong ya biaya bulanan, bensin, sampai biaya pacaran juga masih dari orangtua aja bisa-bisanya demo kayak gitu. Kerja keras dong! cari kerjaan sampingan, kuliah yang bener. Jangan cuma abisin duit orangtua aja.
Satu lagi, banyak dari elu yang hobi merokok kan? BBM cuma 8500/liter. Rokok sebungkus aja 15 ribu elu pada sanggup beli kok. Jangan protes dong!

Mental miskin. Papaku sering bilang seperti itu. Jadi orang itu tidak boleh bermental miskin.Mental miskin, ujung-ujungnya males! Jika ingin berubah menjadi lebih baik, mulai dari diri sendiri dong.

Jadi tolong buat mahasiswa masa kini, cerdaslah dalam bertindak. Jangan turunkan derajat kemahasiswaan kalian dengan bertindak bodoh. Cerdaslah dalam bertindak!

Comments

Popular posts from this blog

BUKU

Ganesha - Ubud. Toko buku favorit, sering jual buku antik. Benda yang gw sayang banget yaa buku-buku gw. Gw mau minjemin buku gw, tapi kalau buku gw diminta orang... hmmm... nggak dulu deh ya. Kalau minjemin pun pasti mikir-mikir dulu, orangnya bertanggungjawab apa nggak hehehee. Dari kecil, orangtua gw selalu minta untuk berhemat ya karena kita memang dari keluarga yang biasa saja. Uang jajan gw biasanya setengah dari uang jajan temen-temen gw. Bukannya mereka pelit, ya emang dibiasain hidup gak foya-foya aja. Lagian juga gw nggak punya alasan kan, karena belum punya duit sendiri haha!  Tapi kalau soal buku, nggak usah ditanya. Semahal apapun pasti dibeliin kalo emang perlu. Royal banget kalo soalan buku. Karena prinsip mereka, "Orangtua kamu ini nggak kaya, nggak mampu ngasih kamu duit banyak. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberi kamu pendidikan terbaik yang kamu bisa dapatkan. Buku salah satunya. Jadi nggak boleh pelit." Betul, nilai kehidupan tersebut

Lessons Learned in 2021

March '21. Me, during the lowest point of my life. Yes, I still smile and dead inside lol. 2021 is personally not an easy year. It's the year where I questioned my existence as a human being. I thought being a kind person was enough.  Obviously, I felt insecure when the closest person told me how I was not special, doing less than what I could. That triggered me and I started to ask myself "What am I doing on this earth? What's my purpose as a human? What am I going to do? What do I want to do? What do I want to become? What kind of future do I want? What am I?"  That person only became the trigger, yet the problems existed inside me. So I realized completely that it was about me, not someone else. There was something wrong with me. When I knew that the problem is me, I seek help. Lucky me (or should I say, unlucky me?), I didn't have those scary nights alone. My best friend went through the same, so we're kinda helping each other. Though the trigger was d

Ujian hari senin

Kejadian ini terjadi tepat senin minggu lalu. Baru kali itu aku merasa 'WOW.. ini senin yeay'. Karena biasanya 'haduhh udah senen lagi'. Kebayang kan kalo seneng begitu dihari senen menyambut pagi dan hari itu rasanya langka banget. Otomatis pengennya hari itu berlangsung indah. Jam setengah 9 pagi, seperti biasa ke pantry ambil minum bareng sama temen sebangku. Dia bikin teh, aku nyuci botol sekalian ngisi dong. Seperti biasa juga, kadang aku males sih nyuci botol dengan ritual lengkapnya, akhirnya cuman bilas pake air panas. Ya mungkin nggak sampe 50 ml juga. Dikit banget deh. Temen juga selalu bersihin gitu gelasnya pake air panas. Pic source is here Eh lakok lakok... si bapak pantry yang serem itu tiba-tiba bilang 'Gak bisa ya gak nyuci botol pake air panas? Tiap sore itu banyak komplain gara-gara airnya abis'. Yakaliii air abis tinggal isi aja, ibu yang dulu aja nggak pernah ada komplain. Ya aku bilang lah ini cuman dikit, lagian yang ngelakuin ini