Skip to main content

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Papaku

Papaku iki jan wonderful. Njaluk saran wes dikei, tp yo pancet ae pengene seng digawe. Trus what is the function of my saran coba nek ngono iku??? -_-"

Yaaa.... Itulah papaku.
Papa yg selalu memasak dan mencampur masakannya dg tambahan bawang putih yg ekstra sekali. Asin adl trademarknya. Darah tinggi kapok ngkok *termasuk aku yg doyan asin masakannya papa*. Selalu mengkhawatirkan anak2, istri dan keluarganya. Selalu nggak sabaran. Karena guru matematika, memiliki logika yg sangat logis. Seringkali sejalan denganku. Dan katanyaaaa, aku paling mirip dg papa. Yang selalu antar jemput aku waktu pulang ke pandaan atau balik ke malang. Yang selalu menanyaiku soal "regane hp ace 2 iku piro saiki? Gak onok seng duos a kartue?" selama setaun kemaren tp ternyta nggak jadi beli ace malah beli oppo. *sampek isin lho aku pas takok tok nang mas bagus tp gk sido tuku hohoho"
yang ternyata hape yg dibeli adalah hape oppo *wes a, tmbh gk onok fungsine biyen takok hape ace barang iku. Useless*. Selalu aja khawatir kl pas nyetir mobil tiba2 sandal adekku yg kecil ndiri jatuh. Padahal bunyinya gak keras, tetep aja reaksinya "opo iku? Opo abane? Ban ku a? Opo teko njobo abane?". Such kind of reaction itu uda biasa. Jangan pernah menimbulkan suara aneh dan mencurigakan dalam mobil walaupun kecil. Dan waktu aku belajar nyetir mobil, pasti sering bilang, "alon2 ae gas e, banter2 mencolot koen ngkok. Ojo lali delok spione, nek ngerem seng alus. Ojo lali nek mandek, handrem pisan". Seorang papa yg kalau di sms berparagrap panjangnya nggak akan dibaca tp langsung ditelpon dan mengatakan, "yo opo karepmu? Aku gk iso moco, gak ketok, layare eror". Akulah orang yang sering banget dimarahi papa kalo lagi sakit karena apa? Karena kl aku sakit baru akan bilang kl uda parah dan lagi aku gak akan mau minum obat langsung. Dan orang yang bilang padaku,"masio awakmu wes kerjo wes duwe bayaran dewe, ojo ngekei papa. Papa yo duwe bayaran dewe sampek elek". Seseorang yang selalu mengatakan,"yoo nek mben pengen tuku montor ya kene mben tk tambahi kurange piro", aku jawab aja,"iyo regane 70 juta dan aku duwe duwek e 5juta, ngkok sisae papa seng nambahi heheheheh", dilanjutkan lagi olehnya,"ora masalah. Wong duwek ya gawe anake ae lho, lapo dieman2 nek gawe anak".  Menambahkan es batu kedalam soto, rawon, bakso dan segala mcam makanan panas lainnya adalah salah satu kebiasaannya. Soal uang, papaku bisa sangat loyal untuk urusan beli buku anak2nya.

Thats not really all about my papa. Masih banyak hal lain tentang papaku yang selalu membuatku berkata,"ohh jadi sifat ini aku dapet dr papa", "oh ternyata papa ini sama kayak aku sikapnya yang ini".

Papaku, nggak lagi muda. Umurnya hampir setengah abad sudah. Tapi masih bergaya muda dan fresh. Diakui apa nggak, papa ini awet muda banget. Lah pikirannya termasuk woles.

Everytime I look at my father, I feel like I have a good good good luck to be his first daughter. Punya papa seperti papaku itu suatu keberuntungan banget. Aku, sebagai anak, masih belum bisa memberikan hal lebih untukmu ayah. aku hanya bisa menyanyangimu dan selalu berusaha yang terbaik untuk membuatmu bangga memiliki anak sepertiku. Maaf dan terimakasih. I love you papa :*





Comments

Popular posts from this blog

The Reward of Teaching

Buku belajar Bahasa Indonesia dalam berbagai bahasa. I've become a teacher since semester 9. That being said, my teaching journey started in 2013. Took hiatus for 2 something years then I came back to these exam sheets, students, books, and social interactions. Didn't even want to become one but I fell in love right after I jumped in.  I guess I need to ask to apologize to my dad. I was mad at him a long time ago because he asked me to be one lol. Well, maybe I just didn't like the idea of being a teacher in a class where your students don't even care about you telling stuff in front of the class. That actually made me realize that I prefer to teach whoever wants to learn. Although sometimes I just need to teach without knowing what's their reasons to learn, and that is also fine. I do what I had to do. That is why I hate grading because I don't mind giving them a perfect score but what's the point if they know nothing after the course ended? I never teach a

Dapet Visa UAE (Dubai) Gampang Banget

Dubai creek Beberapa waktu yang lalu, kita pusing berat karena H dapet libur kali ini cuman 10 hari. 10 hari dari yang biasanya 14 hari. Akhrinya diputuskan untuk tetap mengambil libur tapi nggak ke Indonesia.  Ternyata, beberapa hari kemudian, dia bilang, kalau liburnya malah jadi 7-8 hari aja. Mau ga mau saya yang harus kesana. Maksudnya terbang mendekatinya. Udah milih-milih negara mana yang harganya rasional, yang ga banyak makan waktu buat terbangnya H, dan tentunya ga ribet urus visa buat pemegang paspor hijau yang ga sesakti paspornya H.  Btw warna paspor Indonesia jadi biru ya sekarang?? Pilihan jatuh ke Dubai. Pemegang paspor hijau harus bikin visa, ya pusing lagi deh cara bikin visa Dubai nih gimana. Apa iya sesusah bikin visa schengen, visa US, visa lainnya. dari persyaratan sih standar ya, termasuk  record  bank account selama 3 bulan. Emang nggak pernah bikin visa Dubai sebelumnya ya, apalagi H yang paspornya super sakti kemana-mana (hampir) ga perlu visa, dia ga pernah ad

Catatan Kuliah (6) : Masuk bareng, keluar bareng (?)

Sanur Sebagai mahasiswa yang masih belum mengenal kerasnya kehidupan kala itu, kita berikrar "Kita masuk bareng kita juga harus keluar bareng." Naif? Iya tentu. Maklumin aja namanya juga mahasiswa baru kan. Maunya yang  flawless  terus. Tapi apa salahnya sih berdoa baik kali aja malaikat mengamini lol.  Ternyata, kenyataannya, tentu saja tidak. Iya kalau semua  setting  nya  default  semua mahasiswa tidak ada kesulitan yang berarti, dosen nggak resek, mahasiswa juga nggak resek, data nggak resek, pasti lulus bareng kita. Kehidupan perkuliahan keras di akhir hahaha Gw dari awal masuk kampus ngerasa kalo gw nggak akan lulus tepat waktu. Aneh ya, harusnya orang mikir lulus tepat waktu tapi gw udah ada feeling. Dan gw berusaha keras buat nggak terlalu jatuh dalam angka. Ya maksudnyaaaa karena gw anak minor komputasi jadi gw udah bisa tebak lah data yang gw pake pasti agak makan waktu. Jadi  range  kelulusan adalah 7 semester, 8 semester, 9 semester, diatas 9 semester. Temen gw ya