Kuhargai itu kawan~

9:33 AM

Nemenin orang yg lagi galau itu sesuatu bgt. Bukan apa2 sih, ndak masalah jg aku nemenin. Aku suka kok kl disuruh nemenin. Baru kali ini aku lihat orang ini galau segalau itu. Hmmm... Wajahnya sih menunjukkan biasa aja, seperti biasa penuh tawa. Tapi tawa yg blm sepenuhnya bisa kurasakan kejujurannya. Dari awal senyum dan tawanya mewarnai perjalanan kami. Sampai akhirnya dia bisa melepaskan kegalauannya dg berteriak sekeras2nya. Teriaknya yg keras mungkin bs membuatnya sedikit lega untuk melepas penat dan kegalauannya.

Mendengarkan dan menyanyikan berbagai macam lagu yg dia ketahui dari lagu cadas hingga lagu melow, berbagai macam ekspresi pun ditunjukkannya. Ekspresi melepas penat dg musik cadas tp membuatku pusing, ekspresi menghayati lagu2 galau dan sempat aku tertawakan karena lucu dan anehnya ekspresinya itu. Hingga akhirnya menyanyikan lagu Right here waiting-nya Richard Marx berdua. Hmmm… lagu ini aku suka banget dan ternyata dia juga suka dan belajar lagu itu. Okelah. Good. Beberapa lagu kita dengar dan kita nyanyikan, nggak peduli ancurnya suara kita hahaha. Tapi lagu-lagu galau cocok dengan suara dan ekspresinya hohohoh.

Sampai pada akhirnya, dia mendengar satu lagu yg sangat sangat mewakili keadaannya. Lagu yang yah terdengar menyedihkan. Aku melihat satu ekspresi yang berbeda. Satu ekspresi yang belum pernah sekalipun aku lihat sejak pertama kali mengenalnya. Ekspresi itu sangat dalam sekali. Awalnya aku tertawa ketika melihatnya dan dia masih menanggapinya dengan tertawa serta menyangkal kalau dia menangis. Beberapa menit kemudian aku menatap dalam mata dan ekspresi wajahnya. Matanya yang berkaca-kaca membuatku merasa bersalah telah menertawakannya. Walaupun berkaca-kaca dan tetap menyangkalnya, menyedihkan melihatnya. Terlihat bebannya terasa sangat berat sekali.

Dan itu adalah ekspresinya yang jujur sesuai dengan hatinya. Tak tega ku melihatnya. Tapi aku tak mau mengasihaninya karena aku juga tak mau orang mengasihaniku. Aku hanya ingin memberi dukungan padanya agar kuat lagi. Kukatakan padanya “It’s Ok, if you wanna cry. That’s normal”, dan aku tak kan menertawakanmu karena kutahu betapa beratnya bebanmu.

Maafkan aku dan terima kasih telah banyak memberikanku sesuatu yang berharga dari mengenalmu sejauh ini.

Kejujuranmu, sangat kuhargai kawan.

You Might Also Like

0 komentar

Let me know what you think about mine ~ Share it here