Half of my soul

11:28 AM


Hmmm... Pernah dengar ada sepasang lelaki dan perempuan yang telah memproklamirkan diri, at least sebagai sepasang soulmate? Sering kan??? Pernah denger juga kalo ada orang yang bilang “Lelaki itu adalah belahan jiwaku, setengah dari aku”, atau sebaliknya?? Pasti sering.

Nah... kalo buat kita yang belum pernah merasakannya, biasanya mengganggap ucapan itu hanya ucapan seorang yang sedang jatuh cinta, yang lagi hot2nya merasakan cinta dan bercinta. Ohh my God... no no no... itu bukan hanya ucapan kosong belaka. Itu memang yah begitu adanya.

Cerita ini berdasarkan dari pengalaman pribadi kedua nenekku.
Nenek dari mama yang biasa aku panggil mami ini udah hidup lama banget ma papi. Kurang tau juga sih kapan nikahnya, yang jelas mereka telah menikah dan melahirkan 3 orang anak termasuk mama. Yang 2 cowok. Padahal sehari2nya mami papi ini sukanya berantem mulu. Ndak ada hari tanpa omelan mami buat papi dan sebaliknya. Heran deh. Tiap ketemu pasti rameeee banget. Tapi kalo salah satu nggak dirumah, pasti melontarkan pertanyaan, “Endi papimu?” atau “Endi mamimu?”. Sebagai seorang cucu Cuma bisa bilang,”nek bareng po’o koyok kucing ambek tikus -_-“. Yah begitulah romansa mami dan papi ini. Biar kayak gitu juga aku sayang banget ma papi mamiku. Sampai akhirnya pada tanggal 6 Januari 2007 papi pergi meninggalkan kita selama-lamanya. Yah... aku kehilangan papi dengan satu penyesalan terbesarku. Setelah saat itu, mamipun kehilangan setengah dari dirinya. Merasa dirinya ikut layu dan menjadi renta.

Nenek dari papa biasa aku panggil embah, juga udah nikah lama banget ma embah kakungku. Embah-embahku ini 20 tahun lebih tua dari papi mami. Katanya sih, pernikahan mereka ya pernikahan ala jaman dahulu kala, nggak kenal pacaran, langsung aja dinikahkan. Berakibat mempunyai 8 orang anak, termasuk papa yang anak ke-7. Nah... kalo pernikahan embahku ini beda ma mami papi, nggak terlalu banyak suara kayak mami papi, karena emang dasarnya embah putri pendiem dan sabar. Selebihnya aku ndak tau terlalu dalam karena aku hanya bertemu beberapa bulan sekali saja. Walaupun tua banget, lebih tua dari mami, embah masih sangat kuat dan tidak pernah menunjukkan tanda-tanda tua renta. Sampai pada tanggal 6 Maret 2008, embah kakung meninggalkan embah putri dan kita untuk selama2nya.  Sejak saat itu, embah putri menjadi sangat rentan dan sering tidak sehat lagi.

Mami mengakui bahwa semenjak kepergian papi, seluruh hidupnya menjadi ikut hilang bersama papi. Feels like nothing. Hmmm,... mungkin benar bahwa belahan jiwanya yang telah pergi membawa jiwanya disini yang masih hidup. Iya. Itu yang mereka rasakan. Mereka menjadi sangat lemah tanpa sandaran hidupnya. begitulah mereka yang telah merasakan pahit manis kehidupan berdua. Biarpun berantem kayak gimana, ato diem aja kayak gimana, tetep aja mereka tak bisa sepenuhnya hidup tanpa sandarannya.

So sweet~~~

You Might Also Like

0 komentar

Let me know what you think about mine ~ Share it here