MIMPI KAN MEMBAWAKU KE KOREA

3:39 PM


Sejak saya berani bermimpi, saya memutuskan untuk bisa bekerja dan melanjutkan sekolah di Korea Selatan.  Mungkin bagi sebagian orang berduit, pergi ke Korea adalah hal yang mudah. Namun bagi saya dan kedua teman saya memiliki mimpi yang sama dan berasal dari keluarga yang sederhana, ke Korea adalah target dalam hidup kami yang harus kami perjuangkan dengan keras.
Sejak saat itu keinginan saya untuk belajar bahasa korea semakin besar. Rasa penasaran saya akhirnya menantang saya untuk mempelajarinya secara otodidak. Dalam waktu singkat, saya sudah bisa mengerti huruf Korea tanpa bantuan buku panduan ataupun guru. Huruf Korea yang disebut  Hangeul (한글) seringkali disebut orang awam sebagai huruf kotak-kotak. Mungkin dari bentuknya yang berupa simbol-simbol dan sulit membedakannya dari huruf Mandarin dan Jepang.
Karena merasa belajar otodidak saja tidak cukup, maka kami mencari informasi tentang beberapa tempat kursus bahasa Korea disekitar Malang. Akhirnya kami menemukan 2 tempat kursus yang tak jauh dari tempat kos kami. Tetapi karena kami mahasiswa dan tak memiliki banyak dana untuk ikut kursus yang termasuk mahal untuk ukuran mahasiswa, maka kami putuskan untuk tidak mengambil kursus.
Beberapa hari berselang, salah satu dari kami mendapatkan informasi bahwa ada les bahasa Korea gratis di kampus UM, pengajarnya adalah Ahn Miyung, relawan KOICA (Korea International Cooperation Agency) yang bekerja di UM. Tanpa membuang banyak waktu, kamipun segera menghubungi pengajar tersebut. Awalnya, beliau menolak kami dengan alasan beliau tidak mau mengulangi materi dari awal karena kami tertinggal 3 pertemuan sebelumnya. Tapi kami tetap saja ngeyel ingin ikut karena kami sudah mengerti sebagian bahasa Korea. Akhirnya beliaupun menyetujuinya dan kamipun memulai kelas kami setiap hari kamis di kampus UM. Beliau heran karena kami yang terlambat masuk kelas bisa berkembang lebih baik dan mengerti lebih cepat dari yang lainnya.
Berbagai materi tambahan kami dapatkan dari beliau dan kami sering bertemu untuk menambah waktu belajar dan bertanya-tanya tentang Korea. Ilmu dan informasi dari beliau setidaknya membuka salah satu pintu jalan bagi kami untuk ke Korea. Buku panduan dari beliau sering saya bawa ke kampus dan saya pelajari saat ada waktu kosong di kampus.
Kesibukan kami sebagai mahasiswa tidak menghalangi kami untuk mengejar mimpi dan belajar bahasa Korea. Kami dapat dengan mudah belajar karena kami senang, serius dan mempelajarinya atas dasar cinta tanpa paksaan. Setahun sudah kami belajar bahasa Korea, kami sudah mampu berbicara dengan guru kami dalam bahasa Korea. Setahun berlalu, beliau harus kembali ke Korea. Sayang sekali harus berpisah dengan guru yang baik seperti beliau. Tapi kami bertiga berjanji pada beliau bahwa kami bertiga akan ke Korea untuk menemuinya dan bekerja disana. Sepertinya bagi sebagian orang itu adalah hal yang sulit dan mustahil untuk dapat terwujud. Namun percayalah pada kekuatan mimpimu, karena kekuatan itu yang akan terus membakar semangat dalam diri kita untuk terus berjuang meraih mimpi. Selalu ada jalan bagi orang yang berani bermimpi.
Dimuat 23 November 2011, koran Surya.

You Might Also Like

0 komentar

Let me know what you think about mine ~ Share it here